Tampilkan postingan dengan label peradangan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peradangan wanita. Tampilkan semua postingan

12/08/2013

Peradangan Wanita Jenis Cervicitis


     Peradangan  Wanita Jenis Cervicitis


Cervicitis adalah peradangan serviks, semakin rendah, ujung sempit rahim yang terbuka ke dalam vagina.Ini mungkin untuk memiliki cervicitis dan tidak mengalami tanda-tanda atau gejala. Di antara tanda-tanda dan gejala wanita kadang-kadang melihat pendarahan antara periode menstruasi dan perubahan dalam vagina.Seringkali, hasil cervicitis dari infeksi menular seksual, seperti klamidia atau gonore. Cervicitis dapat berkembang dari penyebab tidak menular, juga.
Keberhasilan pengobatan
cervititis melibatkan mengobati penyebab peradangan wanita cervicitis . Peradangan wanita cervicitis  ini di bagi menjadi dua ,yaitu peradangan cervitis akut dan peradangan cervitis kronis .Meri kita simak mengenai penjelasan peradangan cervitis akut dan peradangan cervitis kronis seperti berikutt ini :

1.  Cervicitis Akut
Cervicities akut dalam pengertian yang lazim ialah infeksi yang diawali di endocerviks dan ditemukan pada gonorrhoe, dan pada infeksi post-abortum atau post-partum yang disebabkan oleh Streptoccocus, Stafilococcus, dan lain-lain. Dalam hal ini, serviks memerah dan bengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulent. Akan tetapi, gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak di tengah gejala-gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi peradangan wanita cervicitis kronis.
Cervicitis akut sering terjadi dan dicirikan dengan eritema, pembengkakan, sebukan neutrofil, dan ulserasi epitel fokal. Endocerviks lebih sering terserang dibandingkan ektocerviks.
Cervicitis akut biasanya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual, umumnya oleh Gonoccocus,chlamydia trachomatis, Candida albicans, Trichomonas vaginalis, dan Herpes simpleks. Agen yang ditularkan secara non-seksual, seperti E. Coli dan Stafilococcus dapat pula diisolasi dari cerviks yang meradang akut, tetapi perannya tidak jelas. Cervicitis akut juga terjadi setelah melahirkan dan pembedahan.
Secara klinis, terdapat secret vagina purulen dan rasa nyeri. Beratnya gejala tidak terkait erat dengan derajat peradangan wanita .

2.  Cervicitis Kronis
Penyakit ini dijumpai pada wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar pada serviks karena partus abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endocerviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :

a. Serviks kelihatan normal; hanya pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Cervicitis ini tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran secret yang agak putih-kuning.

b. Disini pada portio uteri sekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epitel portio disekitarnya, secret yang ditularkan terdiri atas mucus bercampur nanah.

c. Sobekan pada serviks uteri disini lebih luas dan mukosa endosekviks lebih kelihatan dari luar. Mukosa dalam keadaan demikian mudah kena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, serviks bisa menjadi hipertrofis dan mengeras ; secret mukopurulen bertambah pendek. Pada proses penyembuhan, epitel tatah dari bagian vaginal portio uteri dengan tanda-tanda metaplasia mendesak epitel torak, tumbuh kedalam stroma dibawah epitel dan menutup saluran kelenjar-kelenjar, sehingga terjadi kista kecil berisi cairan yang kadang-kadang keruh. Limfosit, sel plasma, dan histiosit terdapat dalam jumlah sedang didalam serviks semua wanita. Oleh karena itu, cervisitis kronis sulit ditentukan secara patologis keberadaan kelainan serviks yang dapat dideteksi seperti granularitas dan penebalan seiring dengan meningkatnya jumlah sel radang kronis didalam specimen biopsy dianggap penting untuk memastikan diagnosis cervisitis kronis.

 Articel From :http://ginekologi.org/radang-kewanitaan


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana Mencegah terjadinya Peradangan wanita vaginitis?



 Bagaimana Mencegah terjadinya Peradangan wanita vaginitis?

Vagina merupakan organ tubuh terpenting bagi wanita. Karena itu kesehatan dan kebersihan bagian ini sepatutnya dijaga dengan baik.Jika Anda lalai, maka infeksi, jamur dan virus dapat menyerang vagina dan tentunya juga berpengaruh pada daerah kewanitaan di khawatirkan akan terjadinya peradangan wanita  vaginitis,kesehatan tubuh keseluruhan serta sistem reproduksi,vagina juga merupakan suatu bagian dari organ yang harus selalu dijaga kesehatannya untuk mencegah terjadinya peradangan wanita vaginitis.Mari kita simak bagaimana mencegah terjadinya peradangan wanita jenis vaginitis?

- Jagalah Kebersihan Sekitar Vagina


-Usahakan kondisi vagina tetap kering terutama sehabis buang air kecil dan buang air besar untuk mencegah tumbuhnya bakteri.


- Setelah buang air besar, bilaslah dengan air dari depan ke arah belakang dan keringkan. Cara ini dapat mencegah penyebaran bakteri dari arah anus ke vagina.
- Gunakan pembersih khusus vagina yang lembut, untuk mencegah timbulnya iritasi pada peradangan wanita .













- Untuk menjaga kestabilan pH vagina, pembersih khusus vagina yang digunakan sebaiknya mempunyai pH sesuai dengan pH normal vagina, yaitu 4,5 – 4,7.

- Hindari pemakaian celana panjang atau celana dalam yang terlalu ketat karena dapat menimbulkan rasa hangat dan lembab.


- Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun karena mampu menyerap keringat dan sirkulasi udara sekitar vagina terjaga.

- Lepaskan pakaian renang yang basah setelah berenang.


- Mengganti pembalut sesering mungkin
Untuk penggantian pembalut di usahakan 4 jam sekali ,karena jika penggunaan pembalut terlalu lama akan menyebabkan infeksi ,sehingga untuk terjadinya peradangan wanita akan mudah terkena.


 Articel From :http://ginekologi.org/radang-kewanitaan


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.


 

Peradangan Wanita Jenis Vaginitis dan Vulvitis


Peradangan Wanita Jenis  Vaginitis dan Vulvitis

Peradangan vaginitis ini merupakan peradangan wanita yang terjadi pada kaum perempuan . Gejala yang  sering ditemukan pada peradangan wanita ini seperti keputihan berlebih ,berwarna dan berbau.Peradangan ini disebabkan karena infeksi jamur ,bakteri atau virus.Untuk lebih jelas mengenai jenis peradanganwanita vaginitis itu seperti berikut ini :



Peradangan vaginitis merupakan peradangan wanita  yang terjadi pada lapisan vagina, sedangkan vulvitis adalah peradangan wanita pada vulva atau organ kelamin wanita. Penyakit ini dapat terjadi sendiri-sendiri dan dapat juga terjadi secara bersamaan. Jika terjadi secara bersamaan, maka penyakit ini diberi nama dengan vulvovaginitis.
Gejala yang paling sering ditemukan pada peradangan wanita vaginitis ini adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina. Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri. Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang normal dan warnanya bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju, atau kuning kehijauan atau kemerahan. Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih, abu-abu atau keruh kekuningan dan berbau amis.

Penyebab peradangan vaginitis dan vulvitis :
adanya infeksi bakteri, jamur, protozoa, atau virus.

Penggunanan berlebihan  pembilas vagina, sabun cuci, atau adanya reaksi antara sisa deterjen

dalam pakaian dalam dengan cairan yang dikeluarkan oleh vagina.

Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori, dan tidak menyerap keringat.

Adanya tumor atau jaringan abnormal lainnya.

Adanya kutu kemaluan (Pedikulosis pubis) yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada bagian vulva.

Pencegahan
  1. Selalu menjaga kebersihan diri dan wilayah genital.
  2. Menggunakan pakaian dalam yang bersih dan kering.
  3. Tidak berganti-ganti pasangan atau setia pada pasangan hidup.
  4. Mengonsumsi maknan yang bergizi dan menerapkan pola hidup yang sehat.
  5. Memperkuat daya tahan tubuh.
  6. Menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya vaginitis dan vulvitis
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan yang keluar dari vagina. Contoh cairan juga diperiksa dengan mikroskop dan dibiakkan untuk mengetahui organisme penyebabnya. Untuk mengetahui adanya keganasan, dilakukan pemeriksaan Pap smear.Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan.

 Articel From :http://ginekologi.org/radang-kewanitaan


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Peradangan Wanita Jenis Bartolinitis



Peradangan Wanita Jenis  Bartolinitis

Peradangan wanita bartolinitis merupakan peradangan yang sering ditemui pada kaum wanita ,    penyebab dari peradangan wanita jenis bartolinitis ini pada awalnya dari jamur, virus dan bakteri.Mengenai peradangan ini mari kita simak apa peradangan wanita  jenis bartolitis itu ?






Peradangan wanita jenis bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar, sehingga mengakibatkan peradangan wanita bartolinitis .Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh : 




·        Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
·         Jamur : kandida albikan.
·         Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
·         Bakteri : neiseria gonore.
·         Patofisiologi
·      Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar,     nyeri tekan.
·    Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
·    Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
·        Terdapat abses pada daerah kelamin
Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.